Total Tayangan Laman

Selasa, 30 November 2010

Keputusan Dilematis ??

Sebelum diteruskan baca artikel ini...  liat video dibawah ini dulu ya.. press “start”  :D
video

Hmmm.... gimana???? Apa kesan kalian dengan video ini.. ??
Ngeri??,  keren??, Luar biasa?? Ataw malah biasa ajah... :P

Mungkin diantara kita sudah ada yang pernah melihat video ini... kebetulan video ini saya dapetin di mata kuliah etika, topiknya etika dilematis dalam berbisnis hohohohoho... (thanks for lecturers who have shared this video for me!!) :D So... what to do????

My professional lecturer says:: How can you distinguish something that action including ethical behavior or not??? ‘n the answer is when it is difficult to choose!! means:: think up to two times even more, something the which we will decide .. That is, what is called a “Dilemma” !! so what for I wrote this article??

Hmmmm….
 
Dalam hidup kita, terkadang kita juga dihadapkan dengan pilihan yang sulit... For Example :: dalam video ini adalah ketika si Peter di minta  ayahnya, “ to cut the rope climber’s” I think… that was a difficult decision……!!! ‘n pasti dalam hatinya, Peter sangat tidak ingin memotong talinya.. karena secara ga langsung ia akan membunuh ayahnya.. tetapi, ketika ia memotong talinya, ia dan adiknya akan selamat... itu adalah KEPUTUSAN DILEMATIS... dimana suatu tindakan diperlukan untuk diambil, demi kepentingan atau kebaikan bersama walaupun harus mengorbankan sesuatu yang sangat sulit untuk dikorbankan... dan mungkin bisa sampai meninggalkan trauma yang dalam seumur hidupnya... So Bagaiimana dengan kalian...??? apakah pada saat ini kalian juga dihadapkan dengan sesuatu yang dilematis :P...
Begini teman’ setiap orang pasti punya masalah hidup.. entah seberapa berat pergumulan mereka... yang jelas... mereka sendirilah yang mengerti itu... dari video ini pun kita belajar.. untuk mengambil setiap keputusan... mungkin kata kalian ( arrrhhgg ga semudah itu kaleee... ) termasuk saya juga.. ketika saya diminta untuk mengambil keputusan yang penting dalam hidup saya.. (bukan menikah lho)... blumm waktunya itu :D) (i hope.. someday wedding dream come’s true :P **,) saya pun kadang pingin menghindarinya.. kalo bisa... saya ga usah milih... saya ga mau pilihan... trus gimana dunk.. ???? :D Jawabannya adalah kita tetap harus memilih...

Trusss??
Inget ‘ga.... kematian Babe qta (Red : Bapa kita) di kayu salib??? itu juga suatu keputusan dilema... kita tahu di dalam diri Bapa, kalau bisa “hal penyaliban” tidak terjadi... tetapi... hal itu tetap terjadi. Dalam Firman-Nya (Matius 26 Ayat 39 tertulis demikian Ya Bapa-Ku jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendai”. Well … disini jelas digambarkan... sebagai Bapa yang Sempurna pun ketika Dia harus menebus dosa-dosa kita, Bapa kita pun dihadapkan dengan suatu keputusan sulit.. tetapi tetap harus memilih salah satu keputusan itu…. (Coba bayangkan.. kalo Babe tidak memilih diriNya untuk di salib.. mungkin saat ini kita harus menanggung dosa itu, dan ga ada materai sebagai jaminan keselamatan kita pada hari penghakiman….) ngeriii yaa!!! But.. fortunately!! we have a very good Father !!! This is Good News!!!:D

Last but not least….
Setiap kita juga pasti melakukan hal yang sama seperti Babe.. jika kita dapat menghindarinya...sedapat mungkin kita mnghindarinya…” tetapi yang jelas dengan keterbatasan kita sebagai manusia… pilihan adalah tetap pilihan.. dan kita harus memilih.. (di- “underline” karena memang menajadi penegasan artiklel ini.. bahwa pengambilan keputusan yang dilematis harus diambil!!! seburuk apapun resiko itu harus kita pilih... yang pasti untuk kebaikan semua…. (kalo dihubungkan dengan teori etika.. hal ini masuk dalam kategori  Teori utilitarisme :D yang saya kutip dari bukunnya John S. Mill : “The objective is not secure maximum happiness just for personal or group interest but for “whole sentient creation”.

Last.. terlepas dari tulisan “ngalor-ngidul” dari artikel ini  :D sekali lagi dalam setiap pengambilan keputusan dalam hidup kita… Libatkanlah Babe (Red : PAPA JESUS) dalam setiap keputusan yang kita ambil… sebab Ia memuntut kita untuk selalu setia & taat pada-Nya.. Dalam akhir Video ini juga dikatakan :: Semua Orang akan mati, tetapi Allah berkata yang penting adalah perbuatan kita selama hidup [the end] ~Hen’s~

Senin, 22 November 2010

Coklat & Berkat

Masi Seputar Berkat..
Siang kemarin, saya tugas SL (red : Song Leader) {Ciyyyeeee bukan maksud mo-sombong!!! Yang mau saya tekankan disini adalah ilustrasi yang saya bawakan!:D Anda pasti 'tau gambar disebelah ini… (saya yakin semua yang baca ‘ne blog dah pernah makan ni barang (barang = coklat!!  :D maksud saya)… 

So… What For Henly ???? Gini ne.. kemarin pas ilustrasi sebelum pengakuan dosa saya menawarkan coklat kepada jemaat.. begini 'ne bilangnya… “Bpk/Ibu/Sdr/sdr.i  yang dikasihi Tuhan!! Ditangan saya ada Coklat.. hmmm apakah jemaat yang di belakang bisa melihat benda yang ada ditangan saya??? (coba kameramen tolong Di Shoot Zoom Coklat saya.. jangan Muke saya hehhehe) begitulah kira kira… kemudian.. saya mencoba menawarkan coklat yang ada di tangan saya ke jemaat, player, dan singers Ada yang mau coklat ini??? (beberapa detik kemudian saya dengar  banyak suara dari jemaat bilang Mauuuu!!!) saya pun menantang mereka "kalo bpk/Ibu/Sdr/i mau coklat saya.. silahkan maju kedepan dan ambil coklat ini.. (jiiaaaaaaaahhhhh semua cuma senyum, ada juga si yang ketawa.. mungkin dalam pikiran mereka mau dikerjain kali ya ama SL nya... (hehehe) tapi enggak koq... :P okey tetep ga ada yang maju.. ‘n saya ga mau nyerah juga dunk... saya coba tawarkan lagi ke jemaat tapi kali ini saya membuka bungkus coklat biar keliatan serius (padahal emang seriuusss) dan hasilnya tetep ga ada juga yang maju... hmmm  allright!!! Tetep ‘ga kehabisan akal dunk!! Saya coba memilih diantara jemaat dan saya tawarkan langsung kepada mereka... saat saya mendekati jemaat (lucu2 ekspresi mereka) hehehehehe dan akhirnya saya memilih jemaat yang beruntung pertama kali saya kasi coklat kebetulan pemuda.. :D heheheh saya coba tawarkan.. mas-nya mau coklat?? Hehehehehh dan si mas ini langsung senyum sama saya "katanya boleh!.. 'trus saya bilang lagi.. silahkan!!... lalu mas nya mengambil coklat saya dan nawar sama saya sambil memotong coklat saya.. boleh dua ga mba.. hahahahha jawab saya " ooo boleh silahkan.!!" :D kemudian si mas ini segera memotong 2 bar coklat saya... okey.. next - next sampaiii coklat saya habizzzzzz dibagikan,,,.. 

Setelah coklat saya habis.. saya tanya kepada mereka... Mengapa pada saat saya tawarkan coklat dan menantang  mereka maju ke depan untuk mengambil coklat saya tapi pada ga mau??? Kenapa harus di hampirin dulu baru mau???

 3 jawaban secara acak (‘ne bener2 murni jawaban jemaat lho) katanya.. "saya sungkan mba" (hmmm padahal orang yang jawab ini tadinya 'pas ditawarin  bener2 ‘ga mau sambil tanganya  dadadah gitu tapi pas di samperin mau juga katanya…., trus jawaban kedua.. (seorang mba2) katanya "ga mau?" Kenapa ga mau mba?? Tanyaku lagi sama mba'nya??? Emang mba'-nya ga suka coklat??? (dalam hati--- Rugiii kalo 'ga suka coklat--- enaaaakkkk lho) heheheh tapi kemudian mba' ini menjawab, "saya lagi ga mau aja…" hmmm Baiklah, trus jawaban yang ketiga adalah… saya malu mba'!! Ungkap seorang pemuda di kursi agak sedikit tengah..  
WHY??....
Kenapa semua orang malu, sungkan, dlll??  (mungkin tawarannya Cuma coklat kali ya? :D coba kalo yang laen heheheheh pasti tambah ga mau nya heheh)

Terlepas dari ilustrasi yang saya praktekan kemarin… saya memilih ilustrasi ini karena sedikit–banyak menggambarkan sifat manusia (tidak terkecuali saya) Padahal Tuhan sudah menyediakan & menawarkan kita banyak sekali berkat, tapi banyak manusia ‘ga mau untuk ngambil berkat itu, (Gengsiii akh…, maluuu, ato ntar aja deh kalo berkat itu dah bener2 nyata dihadapan aku… baru mau ku ambil ataw……deeleel)… 
Itulah sifat kita sebagai manusia,,, sedikit-banyak, saya juga mengambil kesan dari ilustrasi kemarin.. emang iya ya.. begitu luar biasanya kejadian yang dikasih Bapa dalam kehidupan kita, tetapi mengapa sifat kita sama Bapa seperti itu??? 

Selesai kebaktian banyak orang memberikan komentaranya buat ilustrasi saya..salah satu yang saya inget “Hen… bener juga ya… kadang emang kita sebagai manusia masi ber-ego yang sangat besar padahal Bapa dah kasih apa yang kita butuhkan.. tetapi terkadang sifat kemanusiawian kita lebih menuntut seberapa besar berkat yang udah dikasi dan masih juga menghitung  berkat itu dalam satuan materi atau kuantitas,,, 

Well.. teman's,,, saya rasa… itu lah manusia… tapi kita semua anak-anak Tuhan WAJIB bersyukur dan merasa beruntung, karena kita punya Bapa yang sangat baik. Dia tidak pernah memperhitungkan kesalahan kita, omelan2 kita, bahkan Dia tetap setia memberikan apa yang menurut Bapa kita butuhkan… So… Pandanglah berkat Tuhan sebagai pemberian mulia dalam kehidupan kita dan jangan pernah menyia-nyiakan berkat dari-Nya..GBu All...~Hen's~ :D